INTER VLAN ROUTING
Kenapa menggunakan Inter-Vlan Routing
Inter-VLAN Routing adalah proses meneruskan lalu lintas jaringan dari satu VLAN ke VLAN yang lain. Proses pembagian segmen pada jaringan lokal yang tujuannya yaitu untuk menghubungkan vlan yang berbeda network maupun ip.
Terdapat 3 opsi Inter-VLAN Routing, yaitu:
- Legacy Inter-VLAN Routing.
Merupakan cara lama yang kurang efisien karena setiap VLAN harus terhubung ke satu interface pada Router.
- Router-On-a-Stick
Ini adalah solusi alternatif untuk skala jaringan yang kecil hingga menengah.
- Menggunakan MLS (Multi Layer Switch) dengan SVI
Merupakan cara yang paling efektif dan efisien untuk skala jaringan menengah keatas.
Legacy Inter-VLAN Routing.
Ketika PC1 mengirimkan paket ke PC2 yang berada di jaringan lain, maka paket akan diteruskan ke default gateway 192.168.10.1. R1 menerima paket pada interface G0/0/0 dan memeriksa alamat tujuan dari paket tersebut. R1 kemudian merutekan paket tersebut keluar melalui interface G0/0/1 menuut port F0/12 pada VLAN 20 di S1. Terakhir, S1 meneruskan paket tersebut ke PC2.
Inter-VLAN Routing ini dapat bekerja dengan baik namun memiliki kelemahan yaitu tidak dapat digunakan pada jaringan menengah ke atas karena Router memiliki interface yang terbatas. Karena setiap VLAN menggunakan satu interface maka akan menyebabkan interface pada router akan cepat habis.
Router-On-a-Stick
Metode Router-on-a-Stick mengatasi keterbatasan Legacy Inter-VLAN Routing. Pada metode ini hanya membutuhkan satu interface Ethernet fisik untuk merutekan lalu lintas antar VLAN pada jaringan.
Interface Ethernet pada router Cisco dikonfigurasi sebagai Trunk 802.1Q dan terhubung ke Switch Layer 2. Secara khusus, interface router dikonfigurasi menggunakan subinterfaces untuk mengidentifikasi tiap VLAN agar dapat melakukan Inter-VLAN Routing.
Subinterface yang dikonfigurasi merupakan interface virtual namun terhubung dengan satu interface fisik Ethernet. Subinterface dikonfigurasikan secara independen dengan alamat IP dan VLAN ID. Subinterface tersebut dikonfigurasikan sesuai dengan subnet tiap VLAN untuk dapat melakukan routing.
Saat lalu lintas VLAN memasuki interface router, lalu lintas tersebut akan diteruskan ke subinterface VLAN. Router akan menerukan paket tersebut berdasarkan alamat tujuan. Untuk lebih jelasnya ditunjukkan pada gambar berikut.
Seperti yang terlihat pada gambar, PC1 pada VLAN 10 berkomunikasi dengan PC3 pada VLAN 30. Ketika R1 menerima lalu lintas unicast yang diberi tag VLAN 10, R1 merutekan lalu lintas tersebut ke VLAN 30 menggunakan subinterface yang telah dikonfigurasi.
Menggunakan MLS (Multi Layer Switch) dengan SVI
Metode paling efektif dan efisien untuk melakukan Inter-VLAN Routing adalah dengan menggunakan MLS dan SVI. SVI adalah interface virtual yang dikonfigurasikan pada MLS seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut.
Inter-VLAN SVI dibuat dengan cara yang sama seperti interface VLAN pada metode Router-on-a-Stick. Hanya saja SVI dibuat untuk VLAN yang terdapat pada Switch. Meskipun virtual, SVI memiliki fungsi yang sama untuk VLAN seperti yang terdapat pada interface router.
Berikut adalah keuntungan menggunakan MLS untuk Inter-VLAN Routing:
Lebih cepat karena mekanisme routing dan switching ada dalam satu hardware.
Tidak membutuhkan link eksternal dari switch ke router untuk melakukan routing.
Memiliki Latency yang lebih rendah karena data tidak perlu keluar dari switch untuk menuju jaringan lain.
Kelemahan dari penggunaan MLS pada Inter-VLAN Routing adalah harganya lebih mahal.
PENJELASAN
Inter VLAN routing merupakan proses mem-forward lalu lintas dari satu jaringan VLAN ke VLAN lain atau dengan kata lain mengubungkan host-host yang berada pada VLAN yang berbeda. Komputer dalam sebuah VLAN tidak dapat terhubung dengan komputer lain yang berbeda VLAN karena berada pada broadcast domain yang berbeda. Untuk menghubungkan VLAN yang berbeda tersebut, dibutuhkan perangkat layer 3 baik itu router atau switch layer 3. Persyaratan router yang dipakai untuk routing VLAN adalah router tersebut harus bisa dibuat trunking ke switch. Oleh karena itu, router yang digunakan untuk inter VLAN memiliki interface FastEthernet. Selain itu IOS untuk router tersebut juga harus mendukung trunking.



Komentar
Posting Komentar